Reaksi Redoks

Semoga Dapat Memberikan manfaat buat kalian semua yang membacanya

Jangan lupa untuk meninggalkan comment ya🙂

Atau apabila ada pertanyaan seputar mata pelajaran kimia dapat menghubungi Fb saya atau lewat menu “Pertanyaan”.

Terima Kasih ^_^

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan reaksi redoks dan elektrokimia melalui pengamatan dan penafsiran data.
  2. Membedakan reaksi redoks dengan reaksi bukan redoks.
  3. Menyeterakan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi dan perubahan bilangan oksidasi.
  4. Menuliskan persamaan sel elektrokimia.
  5. Menentukan potensial reduksi pada beberapa reaksi redoks.
  6. Memperkirakan reaksi berlangsung spontan atau tidak berdasarkan harga potensial reduksi.
  7. Menjelaskan proses terjadinya korosi pada logam.
  8. Menjelaskan cara-cara mencegah atau menghambat terjadinya proses korosi.
  9. Menuliskan reaksi elektrolisis pada beberapa larutan.
  10. Menerapkan hukum Faraday untuk menghitung massa endapan yang dihasilkan pada elektrolisis.
  11. Menerapkan konsep reaksi redoks untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Reaksi Redoks

Di kelas X sudah dibahas mengenai pengertian reaksi redoks. Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektron atau reaksi terjadinya penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron atau reaksi terjadinya kenaikan bilangan oksidasi. Contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari adalah reaksi perkaratan besi dan pengisian aki pada kendaraan bermotor.

erdyty

Jadi, reaksi redoks adalah reaksi penerimaan dan pelepasan elektron (adanya transfer elektron), atau reaksi redoks adalah reaksi terjadinya penurunan dan kenaikan bilangan oksidasi (adanya perubahan biloks).

Sumber: Chemistry, The Molecular Nature of Matter and Change, Martin S. Silberberg, 2000.

A. Penyetaraan Persamaan Reaksi Redoks

Cara penyetaraan persamaan reaksi redoks dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara setengah reaksi dan cara perubahan bilangan oksidasi.

1. Cara Setengah Reaksi

Cara penyetaraan persamaan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi, yaitu dengan melihat elektron yang diterima atau dilepaskan. Penyetaraan dilakukan dengan menyamakan jumlah elektronnya. Cara ini diutamakan untuk reaksi dengan suasana reaksi telah diketahui. Cara penyetaraan:

Tahap 1 : Tuliskan setengah reaksi untuk kedua zat yang akan direaksikan.

Tahap 2 : Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks.

Tahap 3 : Tambahkan satu molekul H2O pada:

– Suasana asam: pada yang kekurangan atom O.

– Suasana basa: pada yang kelebihan atom O.

Tahap 4 : Setarakan atom hidrogen dengan cara:

– Suasana asam: dengan menambahkan ion H+.

– Suasana basa: dengan menambahkan ion OH–.

Tahap 5 : Setarakan muatan dengan menambahkan elektron.

Tahap 6 : Samakan jumlah elektron yang diterima dengan yang dilepaskan, kemudian jumlahkan.

Sumber: Chemistry, The Molecular Nature of Matter and Change, Martin S. Silberberg, 2000.

jhi

gfdfgh

2. Cara Perubahan Bilangan Oksidasi

Cara penyetaraan persamaan reaksi dengan cara perubahan bilangan oksidasi, yaitu dengan cara melihat perubahan bilangan oksidasinya. Penyetaraan dilakukan dengan menyamakan perubahan bilangan oksidasi. Pada cara ini suasana reaksi tidak begitu mempengaruhi, meskipun suasana  reaksi belum diketahui, penyetaraan dapat dilakukan.

Tahap 1 : Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks.

Tahap 2 : Tentukan biloks masing-masing unsur yang mengalami perubahan biloks.

Tahap 3 : Tentukan perubahan biloks.

Tahap 4 : Samakan kedua perubahan biloks.

Tahap 5 : Tentukan jumlah muatan di ruas kiri dan di ruas kanan.

Tahap 6 : Setarakan muatan dengan cara:

– Jika muatan di sebelah kiri lebih negatif, maka ditambahkan ion H+ . Ini berarti reaksi dengan suasana asam.

– Jika muatan di sebelah kiri lebih positif, maka ditambahkan ion OH . Ini berarti reaksi dengan suasana basa.

Tahap 7 : Setarakan hidrogen dengan menambahkan H2O.

Sumber: Chemistry, For Advanced Level, Ted Lister & Janet Renshaw, 2000.

Picture1

utfyiyl

hfgftt

Bagaimana untuk penyetaraan reaksi autoredoks/reaksi disproporsionasi? Reaksi ini terjadi di mana satu zat dari pereaksi mengalami reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Untuk itu zat tersebut dituliskan masing-masing.

Picture34

Picture35

Sumber      :

Buku Kimia 3 Untuk SMA/MA Kelas XII Program Ilmu Alam Dengan Penulis Budi Utami, Agung Nugroho Catur Saputro, Lina Mahardiani,  Sri Yamtinah,dan Bakti Mulyani.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s