Larutan Penyangga

Picture1

Hal – hal yang dibahas pada BAB Larutan Penyangga dalam blog ini:

  1. Komponen Larutan Penyangga
  2. Larutan Penyangga Asam
  3. Larutan Penyangga Basa
  4. Kegunaan Larutan Peyangga

Semoga Dapat Memberikan manfaat buat kalian semua yang membacanya

Jangan lupa untuk meninggalkan comment ya J

Atau apabila ada pertanyaan seputar mata pelajaran kimia dapat menghubungi Fb saya atau lewat menu “Pertanyaan”.

Terima Kasih    ^_^

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian larutan penyangga dan komponen  penyusunnya.
  2. Merumuskan persamaan untuk menentukan konsentrasi H+  dan OH  suatu larutan penyangga.
  3. Menghitung pH dan pOH larutan penyangga dengan menggunakan prinsip kesetimbangan.
  4. Menghitung pH larutan penyangga pada penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran.
  5. Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari.

Komponen Larutan Penyangga

Larutan penyangga dibedakan atas larutan penyangga asam dan larutanpenyangga basa.

  1. Larutan penyangga asam mengandung suatu asam lemah (HA) dengan basa konjugasinya (A ).

Contoh:

CH3COOH + NaCH3COO (komponen bufer: CH3COOH dan CH3COO )

  1. Larutan penyangga basa mengandung basa lemah (B) dengan asam konjugasinya (BH+ ).

Contoh:

NH3  +  NH4 Cl (komponen bufer: NH3 dan NH4+ )

untitled

sw

Menghitung pH Larutan Penyangga

  1. A.   Larutan Penyangga Asam

Marilah kita tinjau larutan yang mengandung campuran asam lemah denganbasa konjugasinya, misalnya CH3COOH dengan CH3COO.Kita ketahui bahwahampir semua ion CH3COO–   dalam larutan berasal dari garam sebab CH3COOHhanya sedikit sekali yang terionisasi (James E. Brady, 1990).

Picture2

Karena dalam satu larutan mengandung CH3COOH dan CH3COO, maka rumus di atas dapat ditulis:

Picture3

dengan:       Ka     = tetapan ionisasi asam lemah

a        = jumlah mol asam lemah

g = jumlah mol basa konjugasi

B. Larutan Penyangga Basa

Sekarang marilah kita tinjau larutan yang mengandung basa lemah dengan

asam konjugasinya. Misalnya, NH3 dan NH4+  yang berasal dari garam (James E. Brady, 1990).

Picture4

Karena dalam satu larutan mengandung  NH3 dan NH4+  , maka rumus di atas dapat di tulis:

Picture5

dengan: Kb = tetapan ionisasi basa lemah

b        = jumlah mol basa lemah

g        = jumlah mol asam konjugasi

fr

aw

mj

C. Kegunaan Larutan Penyangga

Kebanyakan reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup hanya dapat berlangsung pada pH tertentu.Oleh karena itu, cairan tubuh harus merupakan larutan penyangga agar pH senantiasa konstan ketika metabolisme berlangsung. Dalam keadaan normal, pH dari cairan tubuh termasuk darah kita adalah 7,35 – 7,5. Walaupun sejumlah besar ion H+ selalu ada sebagai hasil metabolisme dari zat-zat, tetapi keadaan setimbang harus selalu dipertahankan dengan jalan membuang kelebihan asam tersebut.Hal ini disebabkan karena penurunan pH sedikit saja menunjukkan keadaan sakit.Untuk itu tubuh kita mempunyai hal-hal berikut.

1. Sistem buffer, untuk mempertahankan pH tubuh agar tetap normal.

2. Sistem pernapasan.

Di sini dipakai buffer H2CO3 /HCO3 . Misalnya konsentrasi H3O+  dalam darah naik, berarti pH-nya turun.

Picture6

Bila pH turun maka pusat pernapasan kita akan dirangsang, akibatnya kita bernapas lebih dalam sehingga kelebihan CO2 akan dikeluarkan melalui paru-paru. Sedangkan bila konsentrasi OH  naik.

Picture7

Karena kemampuan mengeluarkan CO2 ini, maka bufer H2CO3 dan HCO3 paling baik untuk tubuh.

3. Ginjal

Ginjal kita juga menolong untuk mengatur konsentrasi H3O+ dalam darah agar tetap konstan, dengan jalan mengeluarkan kelebihan asam melalui urine, sehingga pH urine dapat berada sekitar 4,8 – 7,0. Kegunaan larutan penyangga tidak hanya terbatas pada tubuh makhluk hidup.Reaksi-reaksi kimia di laboratorium dan di bidang industri juga banyak menggunakan larutan penyangga.Reaksi kimia tertentu ada yang harus berlangsung pada suasana asam atau suasana basa.Buah-buahan dalam kaleng perlu dibubuhi asam sitrat dan natrium sitrat untuk menjaga pH agar buah tidak mudah dirusak oleh bakteri.

Sumber      :

Buku Kimia 3 Untuk SMA/MA Kelas XII Program Ilmu Alam Dengan Penulis Budi Utami, Agung Nugroho Catur Saputro, Lina Mahardiani,  Sri Yamtinah,dan Bakti Mulyani.

1 Comment

One thought on “Larutan Penyangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s