Kadmium (Cd) dan Ununbium (Uub)

Beberapa sifat golongan IIB :

  • Jari-jari elektron dari atas ke bawah semakin besar, sebab jumlah kulit elektron semakin banyak.
  • Energi ionisasi (Energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron yang terikat paling lemah darisuatu atom netral atau suatu ion dalam keadaan gas) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab jari- jari atom semakin besar, sehingga daya tarik antara inti dengan elektron terluar semakin lemah.
  • Titik leleh (mp) dan titik didih (bp) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab energi kohesi(Energi tarik-menarik atom yang satu dengan lainnya) semakin kecil, sehingga diperlukan suhuyang rendah untuk memutuskan ikatan antar atom

Kadmium (Cd)48 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10

Kadmium

Kadmium adalah unsur kimia dengan lambang Cd, nomor atom 48 dan massa atom relatif 112,411 g/mol. Ditemukan oleh Fredrich Stromeyer di Jerman pada tahun 1817. Keberadaan nama unsur ini diturunkan dari nama kalamin, yaitu zink karbonat (ZnCO3), sebab kadmium biasa dijumpai bersama-sama dalam bijih zink seperti sfalerit (ZnS), walaupun juga dijumpaisebagai mineral grinolit (CdS). Kadmium biasa dihasilkan bersamaan ketika bijih zink, tembaga,dan timbal direduksi.Jumlah normal kadmium ditanahberada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan bijiseng(Zn).Cadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Cadmium murni berupalogam berwarna putih perak dan lunak, namun bentuk ini tak lazim ditemukan di lingkungan.Umumnya kadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti Oxigen (CadmiumOxide), Clorine (Cadmium Chloride) atau belerang (Cadmium Sulfide). Kebanyakan Cadmium(Cd) merupakan produk samping dari pengecoran seng, timah atau tembaga kadmium yang banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik Sumber utama Cd berasal dari makanan, karena makanan menyerap dan mengikat Cd, misalnya tanamandan ikan. Tidak jarang Cd dijumpai dalam air karena adanya resapan dari tempat buangan limbah bahan kimia

Kadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Kadmium murni berupa logam berwarna putih perak dan lunak, namun bentuk ini tak lazim ditemukan di lingkungan. Umumnya kadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti Oxigen (Cadmium Oxide), Clorine (Cadmium Chloride) atau belerang (Cadmium Sulfide). Kebanyakan kadmium (Cd) merupakan produk samping dari pengecoran seng, timah atau tembaga kadmium yang banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik.

Seperti halnya unsur-unsur kimia lainnya terutama golongan logam Cd mempunyai sifat fisika dan kimia tersendiri. Berdasarkan pada sifat-sifat fisiknya, Cd merupakan logam yang lunak, ductile, berwarna putih seperti perak. Logam ini akan kehilangan kilapnya jika berada dalam udara yang basah atau lembab serta akan cepat mengalami kerusakan bila dikenai uap amonia (NH3) dan sulfur hidroksida (SO2). Sedangkan berdasarkan pada sifat-sifat kimianya, logam Cd di dalam persenyawaan yang dibentuknya pada umumnya mempunyai bilangan valensi 2+, sangat sedikit yang mempunyai bilangan valensi 1+.

Kelimpahan Unsur Kadmium

Unsur kadmium mempunyai kelimpahan yang relative rendah secara alamiah (dengan orde 10-6 dari kerak bumi) kadmium jarang ditemui, namun sebagai akibat dari kemiripan dengan seng (Zn), kadmium terdapat oleh pertukaran-pertukaran isomorf dalam hampir semua bijih seng, kadmium juga mudah diperoleh dari bijihnya.

Jumlah normal kadmium yang ada di alam berada di bawah 1 ppm tetapi angka tertinggi (1700 ppm) dijumpai pada permukaan sampel tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Kelimpahan kadmium ditunjukkan pada tabel di bwah ini :

Logam kadmium mempunyai penyebaran sangat luas di alam, hanya ada satu jenis mineral kadmium di alam yaitu greennockite (CdS) yang selalu ditemukan bersamaan dengan mineral spalerite (ZnS). Mineral greennockite ini sangat  jarang ditemukan di alam sehingga dalam exploitasi logam Cd biasanya merupakan produksi sampingan dari peristiwa peleburan bijih-bijih seng (Zn). Biasanya pada konsentrat bijih Zn didapatkan 0,2 sampai 0,3% logam Cd.

Sifat fisika

Kadmium merupakan logam lunak yang berwarna putih keperakperakan serta bersemu biru. Kelunakannya mudah dibentuk dan lebih lunak daripada seng, namun ebih keras daripada timah. Mempunyai berat atom 11,40. Gravitasi spesifik pada suhu 20°C adalah 8,65. Jari-jari atom 0,154 mm dengan titik lebur 765°C dan titik beku 321°C. Kadmium mempunyai 8 isotop stabil di alam serta 11 radioisotop yang tidak stabil. Viskositas kadmium pada suhu 340°C adalah 2,57 Mpa dan pada 400°C adalah 261 Mpa. Penghantaran panas pada suhu 273 Kadalah 98 W/mK. Kepadatan pada suhu 339°C adalah 8020 kg/m3.

Penampilan  Putih perak

Fase   Padat

Massa jenis   8.65 g/cm3

Titik lebur 594,18 K

Titik didih1038 K

Elektronegativitas     1,7

Energi ionisasi

(1) 8,99eV;

(2) 16,84eV;

(3) 38,0eV

Jari-jari atom    0,92 Aº

Sifat kimia

Kadmium memiliki sifat yang serupa dengan zink, kecuali cenderung membentuk kompleks.Kadmium sangat beracun, meskipun dalam konsentrasi rendah.

  • Reaksi dengan udara

Kadmium dibakar untuk menghasilkan kadmium (II) oksida.

2Cd(s) + O2(g) →  2CdO(s)

  • Reaksi dengan halogenKadmium bereaksi dengan fluorin, bromine dan iodine untuk membentuk kadmium (II) dihalida.Cd(s) + F2(g) →  CdF2(s)

Cd(s) + Br2(g) → CdBr2(s)

Cd(s) + I2(g) → CdI2(s)

  • Reaksi dengan asam

Kadmium larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk membentuk campuran yang mengandungion kadmium (II) dan gas hidrogen.

Cd(s) + H2SO4(aq) →  Cd2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)

  • Reaksi dengan basa
  • Kadmium tidak akan larut dalam larutan alkali.

Persenyawaan

  • Kadmium sulfida (CdS)

Merupakan senyawa yang tidak larut dalam air dan dijumpai sebagai mineral grinolit.

  • Kadmium oksida (CdO)Memiliki beberapa warna dari kuning kehijauan sampai coklat yang mendekati hitam tergantungdengan kondisi suhu pemanasan. Warna tersebut merupakan akibat dari beberapa jenisterputusnya kisi kristal.
  • Kadmium seng telurida (CdZnTe)Sangat beracun untuk manusia, tidak boleh tertelan, terhirup dan tidak boleh dipegang tanpa sarung tangan yang tepat.
  • Kadmium hidroksida (Cd(OH)2)

Tidak larut dalam basa. Cd hidroksi dapat membentuk kompleks amina bila direaksikan denganamonia kuat berlebih. Cd(OH)2  lebih bersifat asam daripada Zn(OH)2 yang bersifat amfoter.

  • Oksida kadmium
    Senyawa biner, oksida CdO dibentuk dengan pembakaran logamnya di udara atau dengan pirolisis karbonat atau nitratnya. Asam oksida dapat diperoleh dengan pembakaran alkil, asap kadmium oksida luar biasa beracun. Kadmium oksida warnanya beragam mulai dari kuning kehijauan sampai coklat mendekati hitam bergantung pada proses pemanasannya. Warna-warna ini adalah hasil dari keragaman jenis kerusakan kisinya. Oksida menyublim pada suhu yang sangat tinggi.
  • Hidroksida
    Jika larutan garam Cd di tambah NaOH terbentuk Cd(OH)2.
    Cd2+ + 2NaOH → Cd(OH)2 ↓(putih) + 2Na+
    Hidroksida Cd mudah larut dalam amonia kuat berlebih membentuk kompleksamin [Cd(NH3)4]2+.
    Cd(OH)2(s) + 4NH3(aq) → [Cd(NH3)4]2+(aq) + 2OH(aq)
  • Sulfida
    Senyawa sulfida diperoleh dari interaksi langsung/pengendapan oleh H2S dari larutan aqua, larutan asam untuk CdS.

Cd + H2S → CdS + H2

  • Halida
    Larutan Cd halida mengandung semua spesies Cd2+, CdX2+, CdX 2+, dan CdX3- dalam kesetimbangan.
  • Garam Okso dan Ion Aquo
    Garam dari okso seperti nitrat, sulfat, sulfit, perklorat, dan asetat larut dalam air. Ion aquo bersifat asam dan larutan garamnya terhidrolisis bagi larutan Cd yang lebih pekat, spesies yang utama adalah Cd2OH3+.
    2Cd2+ (aq) + H2O(l) → Cd2OH3+ (aq) + H+
    Dengan adanya anion pengompleks, misalnya halida, spesies seperti Cd(OH)Cl atau CdNO3+ dapat diperoleh.
  • Iodida
    garam Cd dapat larut dalam KI. Jika larutan KI pekat ditambahkan pada larutan garam amoniakal terbentuk Cd(NH3)¬4I4 yang berbentuk endapan putih. CdI2 larut dalam alkohol dan digunakan dalam fotografi.

Kegunaan

  • Kadmium digunakan dalam aloy bertitik leleh rendah untuk membuat solder dalam baterai NiCd,dalam aloy roda gigi dan penyepuhan elektrik (lebih dari 50%). Senyawa kadmium digunakan sebagai penyalut berpendar fosfor dalam tabung TV.
  • Kadmium sulfida digunakan sebagai pigmen (warna kuning) dan dalam semikonduktor serta bahan berpendar.
  • Kadmium selenide digunakan sebagai pigmen (warna merah) dan semi konduktor.
  • Di gunakan dalam penyepuhan kayu, CdO
  • Digunakan dalam baterai
  • Sebagai katalis
  • Sebagai nematosida
  • Sebagai fotokonduktor dalam fotokopi, CdS
  • Sebagai material Pigmen
  • Sebagai Sel volta baku (sel weston), CdSO4
  • Digunakan dalam fotografi, CdI2.

Pembuatan Unsur Kadmium (Cd)

Umumnya kadmium terdapat bersama-sama dengan Zn dalam bijinya, sehingga kadmium diperoleh sebagai hasil sampingan produksi seng. Karena titik didihnya rendah, kadmium dapat dipisahkan dari seng melalui penyulingan bertahap. Zn dan Pb diperoleh kembali secara serentak dengan cara tungku pemanas letupan. Kadmium suatu hasil sampingan yang tidak banyak ragamnya dan biasanya dipisahkan dari Zn dengan destilasi atau dengan pengendapan dari larutan sulfat dengan debu Zn.

 

SUMBER DAN CARA PENGOLAHAN

Kadmium ditemukan di kulit bumi ataupun hasil letusan gunung vulkanik. Hanya ada satu jenis mineral kadmium di alam yaitu greennockite (CdS) yang selalu ditemukan bersamaan dengan mineral spalerite (ZnS).  Produksi sampingan dari peristiwa peleburan bijih-bijih seng (Zn). Biasanya pada konsentrat bijih Zn didapatkan 0,2 sampai 0,3 % logam Cd. Umumnya terdapat bersama-sama dengan Zn dalam bijinya, sehingga Cd diperoleh sebagai hasil sampingan produksi seng. Karena titik didihnya rendah, Cd dapat dipisahkan dari seng melalui penyulingan bertahap. Zn dan Pb diperoleh kembali secara serentak dengan cara tungku pemanas letupan. Cd suatu hasil sampingan yang tidak banyak ragamnya dan biasanya dipisahkan dari Zn dengan destilasi atau dengan pengendapan dari larutan sulfat dengan debu Zn. Cadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi.

PENGGUNAAN DI INDUSTRI

  •   Dalamindustribatubaterai
  •   Senyawa kadmium digunakan dalam fosfor tabung TV hitam-putih dan fosfor hijau dalam TV bewarna.
  •   Di gunakan dalam penyepuhan kayu, CdO.
  •   Sebagai katalis.
  •   Digunakan Dalam elektroplating.
  •   Kadmium adalah komponen dari beberapa senyawa semikonduktor, yang dapat digunakan untuk cahaya.
  •   Obat – obatan seperti sipilis dan malaria.
  •   Penambangan timah hitam dan bijih seng

Paduan Kadmium

  • Kadmium dapat ditambahkan ke paduan emas sebesar sampai 4% untuk mendapatkan warna emas hijau.
  • Paduan emas 75%, tembaga 23%, dan hasil kadmium 2% untuk emas lampu hijau.
  • Paduan emas 75%, 15% perak, tembaga 6%, dan Kadmium 4% menghasilkan paduan hijau tua.
  • Paduan Nikel- Kadmium dalam baterai, yaitu logam kadmium (Cd) sebagai anoda, nikel (IV) oksida (NiO2) sebagai katoda,dan elektrolit KOH 20%.
  • Paduan seng mengandung kadmium dalam kisaran 0,025-0. 1 5 persen digunakan sebagai anoda korban dalam perlindungan korosi

Bahaya Kadmium

  • Kadmium bisa juga menyebabkan kekacauan pada metabolisme kalsium yang pada akhirnya mengalami kekurangan kalsium pada tubuh dan menyebabkan penyakit osteomalacia (rasa sakit pada persendian tulang belakang, tulang kaki) dan bittlebones (kerusakantulang).
  • Keracunan akut yang disebabkan oleh kadmium sering terjadi pada pekerja di industri-industri yang berkaitan dengan logam ini. Peristiwa keracunan akut ini dapat terjadi karena  parapekerja terkena paparan uap logam kadmium atau CdO.
  • Keracunan Cd dapat mempengaruhi otot polo spembuluh darah. Akibatnya tekanan darah menjadi tinggi yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung dan kerusakan ginjal.
  • Kadmium memiliki banyak efektoksik diantaranya kerusakan ginjal dan karsinogenik pada hewan yang menyebabkan tumor pada testis. Akumulasi logam kadmium dalam ginjal membentuk komplekdengan protein. Waktu paruh dari kadmium dalam tubuh 7-30 tahun dan menembus ginjal terutama setelah terjadi kerusakan.

SAFETY

  • Perlengkapan pelindung pribadi—  Sistem pernapasan: Menggunakan respirator bersertifikat yang layak
  • Kulit dan tubuh: Petugas harus mengenakan pakaian pelindung.
  •  Tangan:  Gunakan sarung tangan.
  • Mata: Pelindung mata harus digunakan

Efek

Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 μg per orang atau 7 μg per kg berat badan.

http://www.chemicalelements.com/elements/cd.html

http://www.scribd.com/doc/30325833/Unsur-Unsur-Golongan-2B

http://pathulmubin.blogspot.com/2012/03/unsur-kadmium-kdk.html#!/2012/03/unsur-kadmium-kdk.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium

http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/kadmium.html

 Ununbium

Kopernisium (hingga 19 Februari 2010 memiliki nama sementara ununbium) adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cn (sebelumnya Uub) dan nomor atom 112. Unsur 112 tergolong unsur yang sangat berat. Jika mengikuti kecenderungan pada tabel periodik, seharusnya wujudnya berupa metal cair yang lebih volatil (mudah menguap) daripada raksa.

Ununbium secara resmi dinamakan Kopernisium dengan simbol Cn pada ulang tahun ke 537 Nicolaus Copernicus oleh IUPAC.

Sejarah Penemuan Ununbium
Para peneliti Jerman menemukan sebuah elemen kimia superberat dengan nomor 112 yang sedianya akan segera dipublikasikan dalam Tabel Periodik.

Penemuan unsur 112 (Ununbium) ini kali pertama ditemukan pada 1996, saat sebuah tim di kota Darmstadt sebelah barat daya Jerman menembakkan atom timah bermuatan melalui akselerator partikel yang panjangnya hampir 400 kaki (120 meter)untuk menumbuk sebuah timbal sasaran.

“Unsur baru itu beratnya hampir 277 kali lebih berat daripada hidrogen, membuatnya sebagai unsur terberat di tabel periodik,” kata para ilmuwan di GSI Helmholtz Center untuk Penelitian Ion Berat (Heavy Ion Research) dalam sebuah pernyataan.

Inti timah dan timbal dilebur untuk menghasilkan inti dari sebuah unsur baru yang juga dikenal sebagai Ununbium, nama latin dari 112 (nama latin dari 1=un, 2=bium, 112=Ununbium)

Uni Internasional bagian Kimia Murni dan Terapan / International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) telah mensahkan penemuan unsur 112 yang ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Sigurd Hofmann di Helmholtz Center. IUPAC telah meminta pemberian nama resmi unsur itu untuk diajukan.

John Jost, direktur eksekutif IUPAC di Carolina Utara mengatakan bahwa menciptakan unsur-unsur baru membantu para peneliti memahami bagaimana pembangkit listrik tenaga nuklir berkembang dan fungsi bom atom.

Pemberian nomor atom 112 ini didapat dengan menjumlahkan nomor atom timah, yaitu 30 dan nomor atom 82 dari timbal (30+82=112). Nomor atom menunjukkan banyaknya proton yang terdapat di dalam inti atom.

Sejak 1981, para ilmuwan di Helmholtz Center telah menemukan enam unsur kimia, yang bernomor 107 – 112. Lima unsur sisanya sudah dikenal dan diberi nama.

Pada 1925 para ilmuwan menemukan unsur terakhir yang terdapat secara alami pada tabel periodik. Sejak itu para peneliti telah mencari untuk menciptakan unsur-unsur baru yang lebih berat.

Membuktikan keberadaan atom-atom dengan suatu massa yang demikian besar, yang juga disebut dengan unsur superberat, adalah suatu prosedur yang kompleks karena mereka hanya ada selama seper sekian detik yang sangat singkat sekali dan kemudian meluruh secara radioaktif menjadi unsur lain.

Nama: Ununbium
Simbol: Uub
Nomor Atom: 112
Massa Atom: (277,0) Amu
Titik Leleh: Unknown
Titik didih: Tidak Diketahui
Jumlah Proton / Elektron: 112
Jumlah Neutron: 165
Klasifikasi: Logam Transisi
Struktur kristal: Unknown
Kepadatan Pada Suhu 293 K: Tidak Diketahui
Warna: Tidak Diketahui

Tahun ditemukan: 1996
Penemu: S. Hofmann, V. Ninov, FP Hessbuger Hofmann, V. Ninov, Hessbuger FP
Asal Nama: Un (satu) un (satu) bi (dua) um
Kegunaan: Tidak diketahui
Diperoleh Dari: Gabungan seng dan timah

Ciri-ciri umum
Nama, lambang, Nomor atom kopernisium, Cn, 112
Dibaca /koʊpərˈnɪsiəm/
koe-pər-NIS-ee-əm
Jenis unsur logam transisi
Golongan, periode, blok 12, 7, d
Massa atom standar 285
Konfigurasi elektron [Rn] 5f14 6d10 7s2 2, 8, 18, 32, 32, 18, 2
Sifat fisika
Fase tak diketahui
Sifat atom
Bilangan oksidasi 4, 2
Lain-lain
Nomor CAS 54084-26-3

Isotop paling stabil

Isotop dari kopernisium

iso NA Waktu paruh DM DE (MeV) DP
285aCn syn 29 s α 9.15,9.03? 281aDs
285bCn ? syn 8.9 min α 8.63 281bDs ?
284Cn syn 97 ms SF
283aCn syn 4 s[4] 90% α 9.53,9.32,8.94 279Ds
10% SF
283bCn ?? syn ~ 7.0 min SF
282Cn syn 0.8 ms SF
281Cn syn 97 ms α 10.31 277Ds
277Cn syn 0.7 ms α 11.45,11.32 273Ds

Struktur Atom

Jumlah Tingkat Energi: 7

Energi Tingkat Pertama: 2
Energi Tingkat Kedua: 8
Energi Tingkat Ketiga: 18
Energi Tingkat Keempat: 32
Energi Tingkat Kelima: 32
Energi Tingkat Keenam: 18
Energi Tingkat Ketujuh: 2

http://id.wikipedia.org/wiki/Ununbium

http://www.chemicalelements.com/elements/uub.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s